Posts

Showing posts from 2015

Perpisahan

Image
Apa yang diharapkan dari perpisahan? Tentu saja pertemuan. Hey, bodoh sekali memulainya dengan pertanyaan. Tentu selalu ada yang bisa diharapkan dari sesuatu. Sebut pula perpisahan sebagai permisalan. Kalian berharap apa dari perpisahan? Pertemuan yang lebih indah? Semua punya sisi koinnya masing-masing, kawan. Kalian boleh saja berpisah lantas mengukir wajahnya di langit-langit kamar, di buku-buku tulis, bahkan kalian jadikan wallpaper smartphone. Tapi kemudian tidak pernah lagi bertemu. Atau mungkin sebagian lagi berpisah lantas menadahkan tangan agar kemudian tidak pernah bertemu kembali. Benci sekali melihatnya saat bertemu tadi. Buru-buru pergi setelah mengucap alasan. Tapi kemudian pertemuan seperti jadwal bulanan saja. Bertemu di mall, menjadi rekan kerja, tiba-tiba muncul di line, bbm, instagram, dan kawan-kawannya itu. Lantas kemudian kalian mengunyah langit dengan segala pikiran buruk kalian. Hey, pahami dulu kawan, untuk apa kalian berpisah tadi? Kalau j...

Anomali

Image
Bagaimana rasanya setelah mengecap ribuan lembar sesal? Masihkah kau temukan putih diantara dekapan hitam? Masihkah kau temukan merah merona diantara pilinan merah amarah? Masihkah kau temukan tangga nada diantara sapuan lilitan erang? Tersebab aku masih menemukannya. Sebut mereka, Anomali yang cerminkan pagi.

Filosofi Purnama

Image
Kalian tahu purnama? lenyapkan ia sama saja melenyapkan baris-baris puisimu. Kalian pasti tahu, purnama tak punya cahaya sendiri. Tapi ia tahu diri. hingga berusaha keras memantulkan cahaya matahari. so, Begitu juga mestinya dirimu, Dan aku.Dan sahabatmu yang sedang di samping mu itu. Kalian tahu purnama? Kau buta padanya saat terik. Tapi ia tetap memberimu sinar saat kau butuh. Dia tak butuh terlihat. Tak butuh dilihat. Karena ia tahu diri. Hingga tetap ada meski kau sering tak menganggapnya ada. Begitu juga mestinya aku. Dan dirimu. Dan udara hangat yang sedang kau hirup.

tarataktaktak

Image
salam.salam.salam.salam Pekabar? bosen yak baca blog gue. gamenarik lagi. Haha. Tapi gue punya rubrik baru bratzzz Jadi nanti itu bakal ada filosofi-filosofi dari benda disekitar kita. Kenapa? Karena gue yakin mereka bisa ngasih pemahaman lebih ke kita. Ngoahaha Huwala!

Nevouscle

Image
Dalam satu. Serap cepat tanganku. Dalam gelap sekalipun. Jadikan ia cahaya. Yang aku tahu takkan selamanya kau genggam. Mungkin kau jemu. Dengan menu tawa. Lantas hadirkan secercah sedih. Tentang berharap. Dan Harapan. Dan suka. Dan duka. Tentang kemarin. Saat kita saling bertumpu dibawah rinai hujan. Berdengung akan harapan. Tentang kemarin. Saat temu seperti tamu. tak perlu kau harap. tak perlu kau ucap. Dalam satu. Kau. Aku. Lantas kemudian kita terkeping waktu. Dan terhembus angin. yang meski kita tentukan sendiri arah matanya. Tetap saja hadirkan langkah yang terbelah. Jika menumu sekarang adalah kerinduan tentang kita. dan memori. Maka buatlah kembali. Karena itu juga menuku. Datang. dan tersenyumlah. Karena yang kita rindukan bukanlah tempat. Tetapi, memori didalamnya

Sesak

Image
Aku dibesarkan dengan cerita-cerita utopis. Maka jangan salahkan Aku bila Aku menganggap semuanya mudah. Aku dibesarkan dengan cerita-cerita utopis. Maka jelas. Aku menangis. Tersedu. Ketika semuanya tak lagi mudah.
Image
Bisakah kalian bawa Aku? Ketempaat dimana tak Ada sesak. Dan sesal.

Stuck.

Image
Aku tahu persis. Setelah ini kamu pasti kembali. Aku pun juga kembali. Namun ranah kita berbeda. Mungkiin kamu terbiasa dengan ranah mu itu. Tapi Aku? Jujur saja untuk memasukinya saja tak mampu. Aku tiba di tempa t dimana semua rinai mu menjadi terik . Terkadang kita bertanya. Untuk siapa. Untuk apa. Mengapa. Kita menangis? Kamu perlu tahu. Setidaknya setelah jatuh air matamu. Kamu punya jeda. Untuk tidak menangis. Tapi kamu selalu butuh terik untuk ciptakan pelangi. Dan Aku tak mampu

Kata mereka

Image
Aku menaruh Mata. Lantas merapalkan kata-kata itu dengan tajam. 'Sampai kapan?' Kamu terus mendengung. 'Sampai kamu mengerti' Tak bisakah kamu buka sedikit? Kerlap nya bahkan memutus mereka. Mereka yang terus berputar tanpa posisi. Tanpa fondasi. Tanpa pretensi. Mereka yang terus diam. Tidak melentur sesenti pun untuk kemudian mengerut. Kita berkata. Aku? Atau kamu?  Jika kamu lelah. Kuberi kalimat pepatah. 'Berlelah-lelahlah. Manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang' Tidakkah kamu dengar? Tidak. Maka bacalah. Cinta Adalah tentang berbagi. Bukan hanya tentang dinikmati Dan menikmati. Aku menaruh Mata. Lantas merapalkan kata-kata itu dengan tajam "Aku, kamu, hanya perlu menunggu. Sampai semua tahu. Jarak dan waktu hanya punya aksi tipu. "
Dingin. Dekap. Hangat. Harap.
Kamu Dan dia. Bisakah sedikit mengerti?

Aku, Dirimu, dan dirinya

Image
Mereka bilang langkahku tak pernah terarah. Mungkin kamu juga bilang begitu. Menatapku pada lubang yang tak mungkin kita punya. Mereka bilang arahku tak pernah melangkah. Mungkin dia juga bilang begitu. Harapkan aku pada genggam yang erat tapi dusta. Kamu Dan dia tak pernah tau. Bersembunyi atas segala pola yang telah kubuat. Bukankah segalanya mudah saja? Aku pergi. Aku berlari. Kamu tak pernah buatku senyap. Sekarang. Dia selalu buatku berontak. Selamanya. Tak pernah Ada kata mengerti . Antara aku , dirimu , Dan dirinya

Rindu (3)

Image
Harus berapa lama waktu mengkungkung kita? Dalam helaan rindu sukma Melepas jari dari tautan magis  Menolehkan mata dari luar-dalam-logis Harus berapa lama, Keberjarakan menjerat kita? Dalam ruang yang sesungguhnya hampa. Dalam kekang yang tak pantas dicipta. Tak cukup aku, Memandangmu dari sudut kotak bingkai Diberi seribu pun aku ragu. Tandus disini mengharap temu Yang saling mengetuk pintu. Jadi biarkan desember menguning dan langit memerah Dengan doa Yang tak pinta tegur sapa tapi berhujung jumpa ~ Untuk 'kita' yang yakin bahwa kebersamaan tak melulu butuh restu dari jarak dan waktu.

Rindu (2)

Image
-Apa definisi yang tepat untuk kata rindu? Bagiku rindu adalah harap temu. tunggu, ubah persepsi mu. Aku hanya mengharap temu. Tak pernah pinta tegur sapa. Lantas sampai kapan kita menggantung disana? Aku juga tidak tahu. Usahaku bahkan sudah tak dapat diukur dengan satuan Kilojoule. Daya mu terlalu magis untuk mencipta logis. bahkan sekadar tulis. kita berpijak terlalu dekat. Namun tak pernah jadi lekat. Dan haruskah kini kau pergi? Dalam satu pun aku rindu. Dan kini kau puing jadi seribu. Tak mengapa. Tangan jarak dan waktu memang tak pernah peduli. Mendekap siapa saja yang lengkap agar menjadi lengap. Aku hanya butuh percaya ; Bahwa kau percaya.

Hilang

Image
Lying beside you, here in the dark feeling your heartbeat with mine Softly you whisper, you're so sincere how could our love be so blind (open arm - Journey)          Entah berapa derajat dusta yang tercipta. Hingga tak sanggup lagi menegakkannya. Dan terjatuh, Dan terhempas. Tepat lima inchi disampingmu. Kita berjalan tanpa pretensi. Yang membuatnya Pengap dalam Gelap Butuh berapa kaki agar dapat berimajinasi? Bahwa dalam setiap tapak tak pernah berpijak. Yang jelas aku tak mampu. Hanya akan mencipta dinding yang tak mungkin luruh, atau bahkan terbatasi tangan langit. Aku tetap merangkak. Ya, menuju tempat itu ; Taman bunga yang indah meski tanpa segala.Tapi tak lagi kutemui telapakmu. Yang justru membuatnya berbeda. Mungkin kau berlari. Yang menerbangkan titik abu-abu menjadi asap. Yang membuatku berkabut. Dan buta.

Rindu

Image
aku ingin berteriak ' Aku rindu' tapi tentu itu tak akan memanggilmu kesini bukan? apalagi membuatmu batal pergi. IMPOSSIBLE. Satu tahun berlalu lagi. tetap sia-sia. Aku kewalahan untuk mencintaimu tanpa jawab yang terucap. Kamu selalu menyembunyikannya dariku. rasamu, rasaku, entah bagaimana menyatukannya. Meski aku tahu belum saatnya. tapi bukankah kita -Manusia- Selalu butuh kepastian? Aku bahkan berani bersumpah. bahwa kali ini aku baru benar-benar merasakan getaran itu. walau mungkin tak beresonansi dengan hatimu. Aku baru kali ini teramat yakin bahwa kau -setidaknya akan menjadi- milikku. Kamu hanya butuh menjawab. agar tak adalagi yang tersesat. agar aku,kamu, bisa menyentuh skema jalan yang tepat. agar aku hanya satu. dan kita menyatu. IM. POSSIBLE

Tanya

Image
apa itu cinta? kutanyakan pada rintik basah yang jatuh memecah rindu ; 'cinta adalah tangan matahari yang menarikku ke awan, dekapan awan yang mengandungku sekawan, dan massa yang melepasku menuju tanah yang berkemul' Jawabnya. Akupun kembali kerumah. berjumpa dengan nada yang mengudara bersama doa. kutanya padanya hal serupa ; 'cinta adalah langkah musik yang berderap bersama lirik. yang mengayuh derik hingga mencipta paradigma klasik'. Lalu kutanya kembali pada daun yang menghijau sendu ; ' cinta adalah biru yang menyatu dengan terik sumbu. Tanah yang memilin akar agar menjadi sukar, dan klorofil yang memberi warna di setiap rasa' Lantas bersama waktu, hendak kutanyakan pula Padamu ; -adakah namaku menjadi jawabnya?-

Jauh

Image
Kamu-entah bagaimana caranya- Punya hal itu ; Janji menggenggam mentari. Bahkan sebelum ia terbit. Tapi mungkin kamu tidak tahu. Atau mungkin tidak mau tahu, bahwa cahaya yang sedang kau genggam justru menghadirkan purnama. Entah dilemariku, dikasurku, atau bahkan mungkin sudah tertelan ke rongga perutku. Terik sekarang terlalu sendu untuk dibilang satu. secarik hujan pun tak akan mampu. Tapi, seperti yang kita tahu, waktu tak akan membantu. sekadar menoleh pun ragu. waktu akan terus melangkah. mencipta genggam yang terbelah. Mencegahmu pergi adalah kepengecutan. luluh akan digdaya jarak dan waktu. tapi terlalu dusta rasanya bila aku berkata baik-baik saja. Aku mulai tercerai Karena esok lusa, tak ada lagi atraksi detak hujan yang beradu dengan aliran hijau. karena tak ada lagi rinai mu. Aku,Kamu, hanya harus menunggu. sampai kita tahu. jarak hanya punya aksi tipu. -Innocent of incen-

Negeri Baru

Image
Satu Minggu Kau Injak dekat Hingga menjadi Jerat Pun waktu pekat. Kepergianmu Menahtakan sunyi Bahkan di ranah bunyi Pun aksara sembunyi. .10 : 30 . Waktu terlalu cepat Melana Mendekapku dalam rindu sukma Pun Angsana nelangsa. Satu Minggu. Kau Hempaskan aku Dalam beludru, Bertangan satu. Welcome to -other- asia

September

Image
Adalah masa, Dimana mentari bersua dengan awan yang tak bersuara. Kala teriknya terbasuh oleh rinainya. Penghujung. Kelopak hari belum mau mati.  Tapi tebal hitam menyelimuti.  Suka duka..  terpintal menjadi jeladri kasih sayang.  Yang hembuskan alunan rasa kesukaan  Dan bisikan melodi keramahan.   Jangan.  Biar aku yang bereskan.  Kau tinggal duduk tenang  Menghirup mentari fajar.  -Maka,nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?-