Posts

Showing posts from July, 2016
Dekap aku Bersama kepingan luka yang buta Bersama cinta yang tak bahagia.

Hujan

Ada sesak yang bergemuruh senja tadi Semacam ketidakjelasan dinding perasaan Semacam ketidaktahuan atap emosi. Tak perlu kutanya lagi apa itu Karena ternyata ia hadir Dan hinggap Selalu bersama bulir hujan

Kenangan hujan

Senja ini hujan luruh. Bersamanya hendak kutitipkan rindu padamu Maka, tolong jangan heran. Jika besok hari hujan yang turun dirumahmu Mengandung kenangan

Filosofi penghapus

Seringkali apa yang kamu perbuat ialah apa yang tidak kamu hendaki untuk diperbuat. Tapi mustahil sekali, apa yang kamu butuhkan ialah apa yang tidak kamu hendaki untuk dibutuhkan Maka beranjaklah dari perbuatan. Kamu selalu punya benda itu. Terkadang kita teramat butuh mundur menghilangkan jejak untuk kembali menapak. Terkadang kita teramat haus untuk kembali. Teramat harus untuk menghindari mati. Maka apa yang kamu butuhkan?

Setetes kehidupan

Saat aku menghempaskan jari-jari ku di tatanan abjad layar seluler, waktu menunjukan pukul 01.45 Kamu baru saja terlelap sepuluh menit yang lalu. Sepuluh menit yang menyiksa. Sepuluh menit yang meski hanya dilalui jarum panjang dua angka, tetap terasa sia-sia. Kamu tahu? Terkadang hidup ini adalah kekonyolan. Terkadang ke konyolan itu hidup . Sama tidak perlunya seperti kedua hati yang berparuh lalu kemudian mematuk sesamanya. Dan ketika mereka habis, mereka saling meratap dan bertanya "Bagaimana bisa?" Sama tidak rapihnya seperti kedua mata yang buta lalu kemudian saling berjatuhan Dan ketika mereka tersadar, mereka saling menerka "Mengapa dengannya?" Kamu harus tahu Cinta terkadang ialah sebuah kekonyolan. Maka muara dari semua pernyataan itu ialah Kehidupan ialah cinta. Yang tak peduli seberapa rapuhnya engkau. Maka, cinta ialah kehidupan