Posts

Showing posts from July, 2015

Sesak

Image
Aku dibesarkan dengan cerita-cerita utopis. Maka jangan salahkan Aku bila Aku menganggap semuanya mudah. Aku dibesarkan dengan cerita-cerita utopis. Maka jelas. Aku menangis. Tersedu. Ketika semuanya tak lagi mudah.
Image
Bisakah kalian bawa Aku? Ketempaat dimana tak Ada sesak. Dan sesal.

Stuck.

Image
Aku tahu persis. Setelah ini kamu pasti kembali. Aku pun juga kembali. Namun ranah kita berbeda. Mungkiin kamu terbiasa dengan ranah mu itu. Tapi Aku? Jujur saja untuk memasukinya saja tak mampu. Aku tiba di tempa t dimana semua rinai mu menjadi terik . Terkadang kita bertanya. Untuk siapa. Untuk apa. Mengapa. Kita menangis? Kamu perlu tahu. Setidaknya setelah jatuh air matamu. Kamu punya jeda. Untuk tidak menangis. Tapi kamu selalu butuh terik untuk ciptakan pelangi. Dan Aku tak mampu

Kata mereka

Image
Aku menaruh Mata. Lantas merapalkan kata-kata itu dengan tajam. 'Sampai kapan?' Kamu terus mendengung. 'Sampai kamu mengerti' Tak bisakah kamu buka sedikit? Kerlap nya bahkan memutus mereka. Mereka yang terus berputar tanpa posisi. Tanpa fondasi. Tanpa pretensi. Mereka yang terus diam. Tidak melentur sesenti pun untuk kemudian mengerut. Kita berkata. Aku? Atau kamu?  Jika kamu lelah. Kuberi kalimat pepatah. 'Berlelah-lelahlah. Manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang' Tidakkah kamu dengar? Tidak. Maka bacalah. Cinta Adalah tentang berbagi. Bukan hanya tentang dinikmati Dan menikmati. Aku menaruh Mata. Lantas merapalkan kata-kata itu dengan tajam "Aku, kamu, hanya perlu menunggu. Sampai semua tahu. Jarak dan waktu hanya punya aksi tipu. "
Dingin. Dekap. Hangat. Harap.
Kamu Dan dia. Bisakah sedikit mengerti?