Posts

Showing posts from 2017

Jenuh

rintik-rintik air dari tampias hujan mengalir di kaca sebelah kita. perlahan jatuh dan mengalir. Kita yang berlindung dari dinginnya udara luar berbincang hangat, "emangnya gabosen ya?" terdengar pertanyaan yang sedikit dipaksa keluar dari mulutmu. "Bosen? sama apa? sama kita?"  "Engga. Sama badan kamu. Gabosen pendek terus?" "Oh ini sih gabosen. kalo tinggi nanti gaasik banyak yang suka." "Dih muntah banget dengernya." "Boleh deh. ke toilet aja dulu nanti kalo udah keluar semua boleh balik lagi." "Garing kan. Orang lagi serius nih." "Ngapain serius. Newton aja nemu teorinya sambil bercanda sama pohon apel" "Bodoooooo!!!" mulutmu membulat. kebiasaan yang kuhafal saat kamu sebal. Jujur aku bosan. Dengan seluruh kesenangan ini harus diakui senang pun ada batasnya. Tapi bagiku cinta adalah komitmen, kan. Aku bosan. Tepatnya aku sering merasa bosan, tapi tidak p...

yang baru yang seru

bismillah Gue akan menambah konten pada blog ini yogs konten tersebut adalah cerita cerita yang  pendek. dan ceritanya fiksi ya bukan cerita hidup w :( selamat membaca w doain suka . anjas kek ade yang baca blog ini aje pede jg u

Berpura-pura

Dulu kita pernah sama-sama mencinta. sekarang kita sama-sama berpura-pura ; kamu pura-pura lupa, aku pura-pura bahagia.

Terlelap

Aku pernah terlelap di matamu membuatmu tidak melihat selain aku membuat semuanya abu abu merah muda hanya milikku. Aku pernah terlelap di dasar akalmu membuat logika menjadi asing dijamah hanya ada benang yang tak mau berjamaah ; Untukku segalanya menjadi mungkin Aku pernah terlelap di ruang kalbumu membuat tiada yang ada kecuali suka suka yang tabah dan pantang menyerah padaku kamu serahkan segala arah Aku ingin lebih lama lagi tertidur di sana tapi rupanya semakin lama semakin banyak yang ingin merasakannya. Dan orang baru bagimu merupakan kesenangan baru yang tak ingin kau lewatkan maka aku mulai terdesak dan dihimpit menuju pintu merah sembari merangkak akhirnya paripurna aku tak lagi disana ; Mulai esok malam, silahkan tidur di ranjang dengan sedih dan sepi.

Waktu Telah Begitu Cepat Bergulir

sedegup lagi dia akan dapatkan itu, keengganan yang hadir di setiap menu kebebasan yang diserahkan di setiap kertas kuning tawa disetiap usaha merambahkan bahagiamu protes yang akan selalu menada ketika terlalu banyak bicara. sedegup lagi dia akan dapatkan itu ; Hal yang mulanya kepunyaanku

Tulisan lama ; darimu untukku.

Malam ini aku berhamburan ; Tulisan usang yang bagimu sudah berdebu dan tak layak lagi dikenang, kembali aku temukan. dulu aku memang sengaja menyimpannya di rak paling rapih dan rahasia. meski rapatnya membuatku lupa pernah menyimpannya, tapi malam ini mau tak mau pesan itu kembali terbuka. dan terbaca. Sebuah paragraf perayaan bagian kecil dari hidup kita, saat kata-kata masih berupa kita ; yang bukan nafsi-nafsi. Aku sangsi sanggup membacanya sendiri. Kamu yang harusnya menemani, kulihat sudah di tepi lari dan hampir mati. Jadi dengan hati-hati kubuka kembali pesan ini. Malam ini, aku berhamburan

Sebuah Pesan Untukmu

02.34 Kamu yang tak pernah mau dikekang membebaskan dirimu sendiri ; yang dengan segala kepedihannya harus kuterima. Waktu berputar cepat. Begitu juga kamu. Kita pernah sama sama ada di titik rindu lalu kamu tinggalkan aku disitu. bersama lembaran album dan kecupan palsu. Bagimu, pernah bersamaku adalah sebuah kepingan yang ingin sekali kamu tepuk sampai remuk. Pesanku yang dulunya merah muda telah kau sulap menjadi abu, antara hitam dan tiada. Lalu kau menjadi lupa dan gagu, diantara sekian lebatnya rimba hidupmu pernah ada aku, yang pernah rela berdarah hanya untuk bertanya kabarmu. Kita pernah sama-sama ada di titik itu, Sampai akhirnya punggungku sudah menjadi asing bagimu ; Rendah dan berbahaya. Lalu kau tinggalkan aku, dan mengucap "semuanya masih baik-baik saja"

Penghabisan.

Lima belas hitungan bulan berliku Masing masing purnama membawa bunga melati, melati Aku sudah mati. Tolong, Utama mu bukan lagi aku. -Teruntuk semua perasaan di dunia ; Berhenti sakiti hati yang sudah tak kau rasa lagi.

Kita Tidak Pernah Sesingkat Ini

"Dan kenyataannya adalah setiap perpisahan, sehebat apapun kita ikhlas menerimanya, selalu saja menyisakan kehampaan."  -Azhar Nurun Ala Arakan roda-roda membulat serupa Aku didalamnya tenggelam dalam layangan bunga Teduh yang tidak mau beranjak mengamini Semoga hari ini semuanya terjadi Senja hampir menjadi dekat Mungkin akan cair bersamamu jarak yang tak lagi jadi noda ikut membantu melayangkanmu kehadapanku "Selamat datang" Buka suaraku singkat Tapi rupanya angin tidak mau meyampaikannya . . . Lalu kau pergi dalam detik jumpa dan tak terasa Jarak kembali jadi musuh untuk kita. Pertemuan lewati satu angka, kita tidak pernah sesingkat ini .

Sisa-sisa Ketabahan

Pintu-pintu rumah sudah terkunci angin berontak di luar pagar Berhasil ia panjat rupanya lalu ia memanggil hujan dan mengetuk saku-saku pintu Pintu-pintu rumah sudah terkunci jadilah ia gugur kedalam tapi pintu kenangan malah terbuka Tumpah Menderas Merajam semua sisa kekuatan hati hingga ia tak lagi berdaya. . Hari ini, untuk pertama kalinya Aku kembali . Sedangkan kau tak lagi mengikuti . Selamat pagi. Pagi paling tidak surgawi

Dunia Ini Sudah Terlalu Banyak Berduka

Aku baru sadar. Ternyata dunia tidak sesederhana gerhana ada terlalu banyak cerita yang seperti diatur kamera dan ditebar ke berbagai sinema padahal itu nyata. terlalu nyata malah. Seperti nyatanya kalian melihat tulisan ini Dan padahal itu hampa dan luka. Aku baru sadar. Kalau ternyata dia penuh rasa dan ini bukan rasa sederhana ini rasa yang akan membuat jantungmu menganga dan membuatmu terbunuh karena cinta. dan karma dan bahagia yang berawal dari duka