Posts

Showing posts from March, 2018

Menata Memori yang Berserakan

Dengan motor butut yang hampir semua orang punya, dia pulang menempuh memorinya. proyeksi gambar dari lintingan kenangan di kepalanya membuatnya sesak meski malu untuk terisak. mencermati susuran aspal dan dinding-dinding tebal, lalu menerka tentang apa laku yang pernah ada antara dia dan kekasihnya disana Dengan ransel yang satu-satunya, dia pulang menempuh memorinya. dalam safar yang terasa jauh ini dia berharap jatuh selelah-lelahnya. agar lelahnya habis dan tidak lagi hinggap di setiap dua puluh empat jamnya agar setelah ia pergi lagi dari sana hatinya lega dan tak lagi nelangsa. Dengan sepatu yang itu-itu saja, dia pulang menempuh memorinya. sambil menyusun satu persatu perkara di tepian jalan, lalu berdoa semoga seperti merpati, kenangan ini terbang dan tak perlu lagi mencari.

Tulisan Seorang Penulis Tentang Mengapa Dia Menulis

Ini malam hari. Pukul sebelas. Seseorang yang suka menulis baru saja menutup album fotonya, lalu menulis. Ia hanya ingin bercerita, hanya ingin berbagi meski dibaca hanya oleh dirinya sendiri. Karena tak punya tempat untuk berbagi selain t uhannya dan dirinya sendiri, ia menulis puisi. Dalam puisinya tertulis, "Meski semua yang kuharapkan dapat jadi tempat berbagi pergi, diri sendiri tak akan pernah lari." Karenanya sekarang ia lebih suka menyendiri.