Menata Memori yang Berserakan
Dengan motor butut yang hampir semua orang punya, dia pulang menempuh memorinya.
proyeksi gambar dari lintingan kenangan di kepalanya membuatnya sesak meski malu untuk terisak.
mencermati susuran aspal dan dinding-dinding tebal, lalu menerka
tentang apa laku yang pernah ada antara dia dan kekasihnya disana
Dengan ransel yang satu-satunya, dia pulang menempuh memorinya.
dalam safar yang terasa jauh ini dia berharap jatuh selelah-lelahnya.
agar lelahnya habis dan tidak lagi hinggap di setiap dua puluh empat jamnya
agar setelah ia pergi lagi dari sana hatinya lega dan tak lagi nelangsa.
Dengan sepatu yang itu-itu saja, dia pulang menempuh memorinya.
sambil menyusun satu persatu perkara di tepian jalan,
lalu berdoa
semoga seperti merpati, kenangan ini terbang dan tak perlu lagi mencari.
proyeksi gambar dari lintingan kenangan di kepalanya membuatnya sesak meski malu untuk terisak.
mencermati susuran aspal dan dinding-dinding tebal, lalu menerka
tentang apa laku yang pernah ada antara dia dan kekasihnya disana
Dengan ransel yang satu-satunya, dia pulang menempuh memorinya.
dalam safar yang terasa jauh ini dia berharap jatuh selelah-lelahnya.
agar lelahnya habis dan tidak lagi hinggap di setiap dua puluh empat jamnya
agar setelah ia pergi lagi dari sana hatinya lega dan tak lagi nelangsa.
Dengan sepatu yang itu-itu saja, dia pulang menempuh memorinya.
sambil menyusun satu persatu perkara di tepian jalan,
lalu berdoa
semoga seperti merpati, kenangan ini terbang dan tak perlu lagi mencari.
Comments
Post a Comment