Dengan motor butut yang hampir semua orang punya, dia pulang menempuh memorinya. proyeksi gambar dari lintingan kenangan di kepalanya membuatnya sesak meski malu untuk terisak. mencermati susuran aspal dan dinding-dinding tebal, lalu menerka tentang apa laku yang pernah ada antara dia dan kekasihnya disana Dengan ransel yang satu-satunya, dia pulang menempuh memorinya. dalam safar yang terasa jauh ini dia berharap jatuh selelah-lelahnya. agar lelahnya habis dan tidak lagi hinggap di setiap dua puluh empat jamnya agar setelah ia pergi lagi dari sana hatinya lega dan tak lagi nelangsa. Dengan sepatu yang itu-itu saja, dia pulang menempuh memorinya. sambil menyusun satu persatu perkara di tepian jalan, lalu berdoa semoga seperti merpati, kenangan ini terbang dan tak perlu lagi mencari.