M-E-L-U-P-A-K-A-N

Disebelahku kaca mengembun, bunga-bunga di luar ruangan terlihat segar. Asap dingin melayang dari segelas minuman coklat di atas meja.

"Emangnya kamu gamau balik lagi?" suara beratku mengambang. Mengalir di sejuknya udara sekitar.

Hening. Tak ada jawaban.

"Ooh. Kalo gamau ya gapapa. Seengganya nanti aku coba usaha lupain."

Yang terdengar hanya alunan musik pelan dari pengeras suara di sudut-sudut ruangan.

"Rasanya buat berdamai aku gaakan mampu. Kalo untuk lupa kita pernah bersama, doain aja bisa."

............

"Rupanya cinta benar-benar bisa membuat seseorang menjadi gila," ujar pegawai kafe pelan dari meja kasir sembari melihat seorang laki-laki yang sedari tadi bicara dengan kursi kosong di seberangnya sambil menangis.

"Mungkin itu usahanya untuk melupakan ; hal berat yang mau bagaimanapun harus dilakukan," teman kasirnya menimpali

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan Seorang Penulis Tentang Mengapa Dia Menulis

Kita Tidak Pernah Sesingkat Ini

Menata Memori yang Berserakan