Mungkin

Mungkin setiap malam yang kamu lalui berakhir dengan senyuman.

dalam kesempatan berfikir lebih dalam aku pernah bertanya

Dalam setiap malam-mu yang bukan lagi tentang aku, pernahkah kamu merasa sendu dan lama tergugu?

Hingga kamu yang menjawab sendiri kemarin malam, lewat pesan singkat.

Yang dekat tidak pernah mengecewakan. Seandainya malamnya aku rindu, aku tetap tersenyum. Karena kami bisa bertemu esok dan berkencan di hari sabtu.

Hingga akhirnya dalam kesempatan yang lain aku berfikir lebih dalam lagi,

Oh. Jarak lupanya dapat memukul jatuh dan membuat kita berdarah-darah sampai kalah.

Lalu aku membaca doa, semoga apa-apa yang membuatmu bahagia, tetap begitu adanya.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tulisan Seorang Penulis Tentang Mengapa Dia Menulis

Kita Tidak Pernah Sesingkat Ini

Menata Memori yang Berserakan