Kamu dan Senja di Gerbang Sekolah

Hitungan setengah dasawarsa tinggal di terungku putih membuatku lupa
ada bara lain yang dibawa orang-orang saat pergi sekolah :
Nyala renjana.

Putaran dua belas bulan terakhirku kuhabiskan di gerbang baru ; di tempatmu berburu ilmu.
Dan kamu dengan segala tingkah laku membuatku memantik gelora itu.

Adalah pagi,
yang selalu jadi saksi dalil-dalil merah muda yang mengantarku ke kursi biru dua kaki

Lalu senja yang hanya sesaat membuatku tersesat
kalang-kabut mencari ujung tasmu yang selalu pulang cepat
entah karena dididik untuk tidak ke rumah terlambat atau ingin segera menonton drama sampai tamat

yang jelas,
satu-satunya senja yang kubenci adalah
senja di gerbang sekolah saat deru motormu berbalik arah ;

Pulang ke rumah

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan Seorang Penulis Tentang Mengapa Dia Menulis

Kita Tidak Pernah Sesingkat Ini

Menata Memori yang Berserakan