Terlelap

Aku pernah terlelap di matamu
membuatmu tidak melihat selain aku
membuat semuanya abu abu
merah muda hanya milikku.

Aku pernah terlelap di dasar akalmu
membuat logika menjadi asing dijamah
hanya ada benang yang tak mau berjamaah ;
Untukku segalanya menjadi mungkin

Aku pernah terlelap di ruang kalbumu
membuat tiada yang ada kecuali suka
suka yang tabah dan pantang menyerah
padaku kamu serahkan segala arah

Aku ingin lebih lama lagi tertidur di sana
tapi rupanya semakin lama semakin banyak yang ingin merasakannya.
Dan orang baru bagimu merupakan kesenangan baru yang tak ingin kau lewatkan
maka aku mulai terdesak dan dihimpit menuju pintu merah
sembari merangkak akhirnya paripurna aku tak lagi disana ;

Mulai esok malam, silahkan tidur di ranjang dengan sedih dan sepi.






Comments

Popular posts from this blog

Tulisan Seorang Penulis Tentang Mengapa Dia Menulis

Kita Tidak Pernah Sesingkat Ini

Menata Memori yang Berserakan