Sisa-sisa Ketabahan

Pintu-pintu rumah sudah terkunci
angin berontak di luar pagar
Berhasil ia panjat rupanya
lalu ia memanggil hujan
dan mengetuk saku-saku pintu

Pintu-pintu rumah sudah terkunci
jadilah ia gugur kedalam
tapi pintu kenangan malah terbuka

Tumpah

Menderas

Merajam semua sisa kekuatan hati
hingga ia tak lagi berdaya.
.
Hari ini, untuk pertama kalinya

Aku kembali.
Sedangkan kau tak lagi mengikuti.

Selamat pagi.

Pagi paling tidak surgawi

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tulisan Seorang Penulis Tentang Mengapa Dia Menulis

Kita Tidak Pernah Sesingkat Ini

Menata Memori yang Berserakan