Kata mereka

Aku menaruh Mata. Lantas merapalkan kata-kata itu dengan tajam.

'Sampai kapan?'
Kamu terus mendengung.
'Sampai kamu mengerti'

Tak bisakah kamu buka sedikit? Kerlap nya bahkan memutus mereka.

Mereka yang terus berputar tanpa posisi. Tanpa fondasi. Tanpa pretensi.

Mereka yang terus diam. Tidak melentur sesenti pun untuk kemudian mengerut.

Kita berkata. Aku? Atau kamu? 

Jika kamu lelah. Kuberi kalimat pepatah.
'Berlelah-lelahlah. Manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang'
Tidakkah kamu dengar?
Tidak.
Maka bacalah.

Cinta Adalah tentang berbagi. Bukan hanya tentang dinikmati Dan menikmati.

Aku menaruh Mata. Lantas merapalkan kata-kata itu dengan tajam

"Aku, kamu, hanya perlu menunggu. Sampai semua tahu. Jarak dan waktu hanya punya aksi tipu. "

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan Seorang Penulis Tentang Mengapa Dia Menulis

Kita Tidak Pernah Sesingkat Ini

Menata Memori yang Berserakan