Stuck.

Aku tahu persis. Setelah ini kamu pasti kembali. Aku pun juga kembali. Namun ranah kita berbeda.
Mungkiin kamu terbiasa dengan ranah mu itu. Tapi Aku? Jujur saja untuk memasukinya saja tak mampu.
Aku tiba di tempat dimana semua rinai mu menjadi terik.
Terkadang kita bertanya. Untuk siapa. Untuk apa. Mengapa.
Kita menangis?
Kamu perlu tahu.
Setidaknya setelah jatuh air matamu. Kamu punya jeda. Untuk tidak menangis.
Tapi kamu selalu butuh terik untuk ciptakan pelangi. Dan Aku tak mampu

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan Seorang Penulis Tentang Mengapa Dia Menulis

Kita Tidak Pernah Sesingkat Ini

Menata Memori yang Berserakan