September


Adalah masa, Dimana mentari bersua dengan awan yang tak bersuara.
Kala teriknya terbasuh oleh rinainya. Penghujung.
Kelopak hari belum mau mati. 
Tapi tebal hitam menyelimuti. 

Suka duka.. 
terpintal menjadi jeladri kasih sayang. 

Yang hembuskan alunan rasa kesukaan 
Dan bisikan melodi keramahan. 

 Jangan. 
Biar aku yang bereskan. 
Kau tinggal duduk tenang 
Menghirup mentari fajar.


 -Maka,nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?-

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan Seorang Penulis Tentang Mengapa Dia Menulis

Kita Tidak Pernah Sesingkat Ini

Menata Memori yang Berserakan