Anomali

Bagaimana rasanya setelah mengecap ribuan lembar sesal?
Masihkah kau temukan putih diantara dekapan hitam?
Masihkah kau temukan merah merona diantara pilinan merah amarah?
Masihkah kau temukan tangga nada diantara sapuan lilitan erang?
Tersebab aku masih menemukannya.
Sebut mereka,
Anomali yang cerminkan pagi.

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan Seorang Penulis Tentang Mengapa Dia Menulis

Kita Tidak Pernah Sesingkat Ini

Menata Memori yang Berserakan