P.E.R.G.I
Keterpisahan jarak yang dulu kuanggap semu,
kini telah jadi niscaya.
Ditempat kamu dulu berada, disini, kini,
Tiada lagi bintang yang membawa pesan darimu
Yang biasanya menada bersama separuh bulan.
Tiada lagi gerimis magis yang kau lempar untuk mendekatkan harapan.
Tiada lagi terik yang membuatku tahu kau pasti sembunyi di balik dinding dan ranjang tebal.
Karena sudah tiada lagi kamu yang terkadang malu untuk ragu.
Aku disini merasa isakmu di rumah.
Senja membuatku ikut terisak bersama syahdunya yang mendesak
Angin malam datang. "Tidurlah!" Ujarnya kencang
Mengecakku yang hina dan terbuang.
Doakan. Pintaku padanya
Semoga angin kembali ke pelukan malam sambil berbisik
Amiin.
.
Ditulis 5 desember 2016
Rindu ini semakin menyiksa saja.
Comments
Post a Comment