Legenda

Alkisah,
putri kerajaan sebrang mencintai pangeran kami.
Dalam cemburu ambisi
Kubunuh pangeran di lembah merah muda
dan kukubur di hutan rimba.
Putri bertanya, "dimana pangeran?"

"Mahacintamu telah menjelma menjadi jiwaku," jawabku jumawa
"Kurasa pun begitu," ujar putri sepakat
"Bahagialah selamanya!"

...

Ugh!
Hatiku yang kembung kena tendang
Linglung
Pangeran ternyata mati suri
Ia hidup,
dihati putri.

Maka jelas,
Bahagiaku pun
Bahagia suri

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan Seorang Penulis Tentang Mengapa Dia Menulis

Kita Tidak Pernah Sesingkat Ini

Menata Memori yang Berserakan